Pkbm.alfatihahhomeschooling.com – Pentingnya pendidikan lingkungan untuk mengenal dan menanamkan rasa cinta pada alam semesta sehingga dapat membentuk perilaku menjaga dan melindungi alam untuk tetap seimbang. Kasus yang terjadi pada bayi gajah di taman nasional tesso nilo menunjukan bahwa harmonisasi antara manusia dan sesama makhluk hidup lainnya belum terbentuk dengan baik. keserakahan yang membuat rasa tidak pernah cukup atas apa yang telah dimiliki.
Gajah Sumatera, satwa endemik dari Indonesia yang saat ini keberadaannya terbatas sehingga masuk ke dalam daftar satwa dilindungi. Siklus hidup gajah yang membutuhkan waktu kehamilan 22 bulan untuk satu kali kelahiran dengan rata-rata hidup 60 hingga 70 tahun.
Namun ruang hidup gajah Sumatera saat ini semakin menyempit, banyak pembukaan lahan untuk berbagai kepentingan manusia seperti perkebunan dan pemukiman. Gajah memiliki jalur jelajah yang sudah terbentuk secara alamiah sejak lama yang menghubungkan sumber makanan, air dan tempat berlindung.
Namun seringkali jalur jelajah ini terputus oleh pembangunan dan menyebabkan konflik manusia dan satwa. Bukankah gajah memiliki hak yang sama sebagai sesama makhluk hidup di muka bumi ini?
Kasus kematian gajah cukup menyita perhatian beberapa waktu lalu terjadi di Malaysia. Bayi gajah yang mati karena tertabrak truk ketika menyebrang jalan dan kesedihan induk gajah membuatnya terdiam di samping truk, lalu berusaha mencoba untuk mengeluarkan bayinya yang berada di bawah truk.
Berjam-jam induk gajah setia menemani jasad bayinya, hingga harus diberikan obat penenang untuk memindahkannya ke tempat yang lebih aman. Namun setelah berhasil dievakuasi keesokan harinya induk gajah ini kembali ke lokasi yang sama, seolah masih mencari anaknya.
Kisah tragis ini terjadi karena terganggunya jalur jelajah gajah dengan adanya pembangunan jalan yang bagi manusia dengan adanya jalan ini akan mempermudah akses transportasi. Kisah lainnya juga terjadi di area pemukiman warga yang berdampingan langsung dengan hutan.
Kawanan gajah masuk ke area pemukiman dan perkebunan warga hingga merusak sebagian fasilitas. Pengakuan warga yang kediamannya dikunjungi gajah ini menyampaikan gajah mengambil beberapa sumber makanan yang tersedia di area kebun maupun rumah.
Kejadian ini membuat warga waspada akan kejadian serupa dan menyiapkan strategi untuk menghadapi kawanan gajah. Kenapa kasus ini penting untuk dibahas dan dipahami bersama? Gajah memiliki peran penting untuk keseimbangan alam.
Daya jelajahnya yang luas membantu proses penyebaran biji dan regenerasi hutan yang membentuk ekosistem hutan yang sehat. keberadaan gajah sumatera menjadi satwa endemik kebanggan bangsa. Jika manusia sebagai makhluk yang memiliki akal dan pikiran dapat bersinergi dengan makhluk hidup lain disekitarnya maka seharusnya kita dapat memahami karakter alamiah gajah yang memiliki jalur jelajahnya.
Oleh karena itu, kita dapat membatasi pembangunan sesuai dengan kata cukup dan jika pembangunan itu masih harus dilakukan maka dapat dianalisis dan dipersiapkan lebih baik sehingga kepentingan kita dan satwa lainnya dapat tetap terpenuhi tanpa mengorbankan salah satunya. Adapun alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan pembuatan koridor yang tidak akan memotong ataupun menghilangkan jalur jelajah gajah. monitoring dan pemahaman dalam menghadapi satwa liar yang ada disekitar kita sangat penting untuk membangun rasa memiliki dan saling menghormati antar makhluk hidup.
Kisah gajah Sumatera ini menjadi refleksi kita bersama, sejauh apakah kita peduli terhadap sesama makhluk hidup? Mereka yang tidak bisa bersuara dengan lantang untuk mempertahankan ruang hidupnya. Maukah kita menjadi perantara suara bagi mereka yang tidak dapat bersuara dengan bahasa manusia?
Penulis: Pak Bim
Editor: Ghina Shelda Aprelka
